vUr5v3Aga5Yx91u6PVcXOoUvbSaqSTTT1jtWFLWh
Bookmark

Tipe-Tipe Bisnis di Indonesia: Panduan Lengkap dan Contoh Riil Tahun 2025

Bisnisoo.com - Di tengah gencarnya inovasi digital dan semangat kewirausahaan anak muda, memahami tipe-tipe bisnis adalah fondasi penting sebelum terjun langsung ke dunia usaha. Artikel ini akan mengulas lengkap berbagai tipe bisnis yang umum dijalankan di Indonesia, lengkap dengan contoh dan kelebihan tiap-tiapnya.

Bisnis


📌 Tipe Bisnis Berdasarkan Sektor Ekonomi

1. Bisnis Sektor Primer

Merupakan tipe bisnis yang berkaitan langsung dengan sumber daya alam. Contohnya:

  • Pertanian (contoh: usaha sayur hidroponik)
  • Perikanan (contoh: tambak udang vaname)
  • Perkebunan (contoh: kopi robusta lokal)

Kelebihan: kebutuhan pokok masyarakat, stabil di masa krisis.
Tantangan: bergantung cuaca dan modal besar di awal.

2. Bisnis Sektor Sekunder

Ini adalah jenis bisnis yang fokus pada pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, seperti:

  • Industri rumahan roti (contoh: UMKM Roti Bluder Jombang)
  • Produksi pakaian skala kecil
  • Furniture handmade dari bambu

Kelebihan: Nilai jual lebih tinggi, peluang ekspor.
Tantangan: butuh SDM terampil dan peralatan produksi.

3. Bisnis Sektor Tersier (Jasa)

Bisnis ini bergerak di sektor jasa dan pelayanan. Misalnya:

  • Jasa cuci motor
  • Konsultan digital marketing
  • Barbershop kekinian

Kelebihan: Tidak butuh modal besar, fleksibel.
Tantangan: Butuh keahlian atau keterampilan khusus.


Bisnis

📌 Tipe Bisnis Berdasarkan Bentuk Hukum

1. Bisnis Perorangan

Contohnya penjual makanan kaki lima atau freelance designer.
Biasanya dimiliki dan dikelola sendiri.

Kelebihan: Fleksibel, semua keputusan di tangan satu orang.
Tantangan: Risiko pribadi tinggi, sulit akses permodalan bank.

2. CV (Commanditaire Vennootschap)

Cocok untuk kerja sama antara pemodal pasif dan aktif. Banyak dipakai pelaku UKM.
Contoh: Usaha katering bersama teman kuliah.

3. PT (Perseroan Terbatas)

Bisnis skala besar, biasanya butuh badan hukum formal dan modal awal sesuai regulasi.
Contoh: Startup teknologi yang mencari investor.

4. Koperasi

Bentuk usaha yang dimiliki bersama oleh para anggotanya.
Contoh: Koperasi petani kopi di Temanggung.


Bisnis

📌 Tipe Bisnis Berdasarkan Tujuan

1. Profit Oriented

Mayoritas bisnis dibuat untuk memperoleh keuntungan.
Contoh: Online shop fashion, bisnis minuman kekinian, franchise makanan.

2. Non-Profit

Berfokus pada kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Contoh: LSM pemberdayaan perempuan yang menjual kerajinan untuk mendanai kegiatan mereka.


📌 Tipe Bisnis Berdasarkan Media Operasional

1. Bisnis Offline

Contohnya:

  • Warung sembako
  • Bengkel motor
  • Toko kelontong

Offline masih dominan di daerah dan cocok untuk pasar lokal.

2. Bisnis Online

Berkembang pesat di era digital. Contohnya:

  • Dropshipper Shopee
  • Influencer dengan monetisasi konten
  • Konsultan pajak online

Bahkan kini, banyak pemula memulai bisnis mereka hanya bermodalkan HP dan koneksi internet.


📌 Contoh Nyata: Perbandingan Beberapa Tipe Bisnis

Jenis Bisnis

Contoh

Modal Awal

Skalabilitas

Pertanian organik

Sayur hidroponik

Tinggi

Menengah

Jasa laundry kiloan

Laundry rumahan

Sedang

Tinggi

Online reseller

Produk skincare

Rendah

Tinggi

Franchise minuman

Es teh kekinian

Tinggi

Tinggi

Non-profit

Komunitas literasi

Rendah

Rendah


📌 Tips Memilih Tipe Bisnis yang Tepat untuk Kamu

  1. Kenali Kekuatan Pribadi
    Apakah kamu punya keahlian di bidang tertentu? Jika ya, jasa bisa jadi pilihan.
  2. Evaluasi Modal Awal
    Jika modal terbatas, pertimbangkan model bisnis online atau patungan bersama.
  3. Perhatikan Potensi Pasar Lokal
    Apa yang sedang tren di sekitar kamu? Lakukan riset kecil-kecilan.
  4. Pertimbangkan Legalitas dan Skala
    Kalau ingin mengembangkan bisnis ke skala nasional, pilih bentuk hukum seperti PT agar mudah dapat investor.

📌 Insight dari Pengusaha Pemula

Salah satu pembaca Bisnisoo, Diah, menceritakan:

“Awalnya saya hanya jualan salad buah via WA teman kantor. Karena banyak peminat, saya bentuk CV dengan saudara, sekarang sudah punya 3 karyawan dan produksi ratusan cup per hari.”

Testimoni seperti ini menunjukkan bagaimana pengusaha bisa naik kelas hanya dengan memahami tipe bisnis dan menyesuaikannya dengan sumber daya mereka.


📌 Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  • Meniru tipe bisnis orang lain tanpa memahami kekuatan diri sendiri.
  • Tidak mengurus legalitas meski skala usaha sudah berkembang.
  • Memilih tipe bisnis yang tidak sesuai tren atau minat pasar.

📌 Penutup

Memahami tipe-tipe bisnis bukan hanya penting untuk teori, tapi juga kunci praktik agar usahamu tahan lama dan berkelanjutan. Semakin kamu paham pilihan yang tersedia, semakin cermat pula kamu menyusun strategi menuju kesuksesan.