![]() |
Bisnis |
📌 Tipe Bisnis Berdasarkan
Sektor Ekonomi
1. Bisnis Sektor Primer
Merupakan tipe bisnis yang berkaitan langsung dengan sumber
daya alam. Contohnya:
- Pertanian
(contoh: usaha sayur hidroponik)
- Perikanan
(contoh: tambak udang vaname)
- Perkebunan
(contoh: kopi robusta lokal)
Kelebihan: kebutuhan pokok masyarakat, stabil di masa
krisis.
Tantangan: bergantung cuaca dan modal besar di awal.
2. Bisnis Sektor Sekunder
Ini adalah jenis bisnis yang fokus pada pengolahan
bahan mentah menjadi barang jadi, seperti:
- Industri
rumahan roti (contoh: UMKM Roti Bluder Jombang)
- Produksi
pakaian skala kecil
- Furniture
handmade dari bambu
Kelebihan: Nilai jual lebih tinggi, peluang ekspor.
Tantangan: butuh SDM terampil dan peralatan produksi.
3. Bisnis Sektor Tersier (Jasa)
Bisnis ini bergerak di sektor jasa dan pelayanan. Misalnya:
- Jasa
cuci motor
- Konsultan
digital marketing
- Barbershop
kekinian
Kelebihan: Tidak butuh modal besar, fleksibel.
Tantangan: Butuh keahlian atau keterampilan khusus.
![]() |
Bisnis |
📌 Tipe Bisnis Berdasarkan
Bentuk Hukum
1. Bisnis Perorangan
Contohnya penjual makanan kaki lima atau freelance designer.
Biasanya dimiliki dan dikelola sendiri.
Kelebihan: Fleksibel, semua keputusan di tangan satu orang.
Tantangan: Risiko pribadi tinggi, sulit akses permodalan bank.
2. CV (Commanditaire Vennootschap)
Cocok untuk kerja sama antara pemodal pasif dan aktif.
Banyak dipakai pelaku UKM.
Contoh: Usaha katering bersama teman kuliah.
3. PT (Perseroan Terbatas)
Bisnis skala besar, biasanya butuh badan hukum formal dan
modal awal sesuai regulasi.
Contoh: Startup teknologi yang mencari investor.
4. Koperasi
Bentuk usaha yang dimiliki bersama oleh para anggotanya.
Contoh: Koperasi petani kopi di Temanggung.
![]() |
Bisnis |
📌 Tipe Bisnis Berdasarkan
Tujuan
1. Profit Oriented
Mayoritas bisnis dibuat untuk memperoleh keuntungan.
Contoh: Online shop fashion, bisnis minuman kekinian, franchise makanan.
2. Non-Profit
Berfokus pada kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Contoh: LSM pemberdayaan perempuan yang menjual kerajinan untuk mendanai
kegiatan mereka.
📌 Tipe Bisnis Berdasarkan
Media Operasional
1. Bisnis Offline
Contohnya:
- Warung
sembako
- Bengkel
motor
- Toko
kelontong
Offline masih dominan di daerah dan cocok untuk pasar lokal.
2. Bisnis Online
Berkembang pesat di era digital. Contohnya:
- Dropshipper
Shopee
- Influencer
dengan monetisasi konten
- Konsultan
pajak online
Bahkan kini, banyak pemula memulai bisnis mereka hanya
bermodalkan HP dan koneksi internet.
📌 Contoh Nyata:
Perbandingan Beberapa Tipe Bisnis
Jenis Bisnis |
Contoh |
Modal Awal |
Skalabilitas |
Pertanian organik |
Sayur hidroponik |
Tinggi |
Menengah |
Jasa laundry kiloan |
Laundry rumahan |
Sedang |
Tinggi |
Online reseller |
Produk skincare |
Rendah |
Tinggi |
Franchise minuman |
Es teh kekinian |
Tinggi |
Tinggi |
Non-profit |
Komunitas literasi |
Rendah |
Rendah |
📌 Tips Memilih Tipe
Bisnis yang Tepat untuk Kamu
- Kenali
Kekuatan Pribadi
Apakah kamu punya keahlian di bidang tertentu? Jika ya, jasa bisa jadi pilihan. - Evaluasi
Modal Awal
Jika modal terbatas, pertimbangkan model bisnis online atau patungan bersama. - Perhatikan
Potensi Pasar Lokal
Apa yang sedang tren di sekitar kamu? Lakukan riset kecil-kecilan. - Pertimbangkan
Legalitas dan Skala
Kalau ingin mengembangkan bisnis ke skala nasional, pilih bentuk hukum seperti PT agar mudah dapat investor.
📌 Insight dari Pengusaha
Pemula
Salah satu pembaca Bisnisoo, Diah, menceritakan:
“Awalnya saya hanya jualan salad buah via WA teman kantor.
Karena banyak peminat, saya bentuk CV dengan saudara, sekarang sudah punya 3
karyawan dan produksi ratusan cup per hari.”
Testimoni seperti ini menunjukkan bagaimana pengusaha bisa
naik kelas hanya dengan memahami tipe bisnis dan menyesuaikannya dengan sumber
daya mereka.
📌 Kesalahan Umum yang
Perlu Dihindari
- Meniru
tipe bisnis orang lain tanpa memahami kekuatan diri sendiri.
- Tidak
mengurus legalitas meski skala usaha sudah berkembang.
- Memilih
tipe bisnis yang tidak sesuai tren atau minat pasar.
📌 Penutup
Memahami tipe-tipe bisnis bukan hanya penting untuk teori, tapi juga kunci
praktik agar usahamu tahan lama dan berkelanjutan. Semakin kamu paham pilihan
yang tersedia, semakin cermat pula kamu menyusun strategi menuju kesuksesan.