![]() |
Bisnis |
📌 Apa Itu Resiko Bisnis?
Secara sederhana, resiko bisnis adalah potensi
kerugian atau kegagalan yang dapat mempengaruhi operasional, keuangan, hingga
reputasi usaha. Risiko bisa berasal dari berbagai aspek, mulai dari faktor
internal seperti manajemen yang buruk, hingga eksternal seperti perubahan
pasar, regulasi baru, atau bencana alam.
💡 Jenis-Jenis Resiko
Bisnis yang Harus Diwaspadai
Agar bisa lebih sigap, Anda harus mengenali beberapa jenis resiko
bisnis utama berikut ini:
- Risiko
Strategis
Kesalahan dalam memilih model bisnis, target pasar, atau positioning bisa berujung fatal. Banyak startup gagal bukan karena produk jelek, tapi karena strategi tidak relevan dengan pasar. - Risiko
Operasional
Termasuk kesalahan sistem, keterlambatan produksi, atau karyawan yang tidak kompeten. Ini adalah risiko dari proses bisnis sehari-hari. - Risiko
Finansial
Hutang yang tak terkendali, arus kas negatif, hingga kenaikan biaya bahan baku adalah contoh klasik yang sering diabaikan. - Risiko
Regulasi dan Legal
Perubahan aturan, pajak baru, atau perizinan bisa langsung memukul bisnis, terutama yang berbasis digital atau ekspor. - Risiko
Reputasi
Di era media sosial, satu komentar negatif bisa viral dan menghancurkan brand. - Risiko
Teknologi
Kegagalan sistem digital, kebocoran data pelanggan, atau platform yang usang bisa jadi mimpi buruk untuk bisnis berbasis teknologi.
![]() |
Bisnis |
📊 Bagaimana Cara Mengukur
Resiko Bisnis?
Mengukur resiko bisnis tidak harus selalu menggunakan
software mahal. Anda bisa mulai dari metode sederhana seperti:
🔹 1. Matriks Risiko
Tentukan dua faktor: kemungkinan (1–3) dan dampak
(1–3). Kalikan keduanya untuk mendapatkan skor risiko.
Risiko |
Kemungkinan |
Dampak |
Skor Risiko |
Keterlambatan Pasokan |
3 |
3 |
9 |
Harga Naik Mendadak |
2 |
3 |
6 |
Dari sini Anda bisa menentukan prioritas risiko mana yang
harus segera ditangani.
🔹 2. Contribution Margin
Hitung selisih antara harga jual dan biaya variabel per
unit. Contoh:
Harga jual: Rp20.000
Biaya bahan: Rp13.000
Margin kontribusi: Rp7.000 (35%)
Dari margin ini Anda bisa memperkirakan berapa unit minimum
untuk break-even, dan bagaimana dampaknya jika penjualan turun.
🧠Studi Kasus Nyata: UMKM
Malang Bertahan dari Krisis
Salah satu pelaku UMKM makanan di Kota Malang, Bu Rini,
mengaku hampir bangkrut saat harga telur naik drastis pada awal 2024. Namun,
karena sebelumnya ia rutin menghitung margin kontribusi dan menyiapkan
skenario krisis, ia segera mengurangi porsi menu tertentu dan fokus pada produk
dengan margin lebih tinggi. Ia juga mengganti supplier untuk menekan biaya
bahan baku.
“Kalau dulu saya nggak ngerti soal resiko, mungkin usaha
saya udah tutup,” ujarnya.
![]() |
Bisnis |
✅ Strategi Mitigasi Resiko Bisnis
Setelah tahu jenis dan ukuran risiko, selanjutnya adalah bagaimana
menguranginya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda ambil:
- Diversifikasi
Produk
Jangan hanya bergantung pada satu produk. Jika satu gagal, yang lain bisa menopang. - Asuransi
Bisnis
Pertimbangkan asuransi aset, asuransi kebakaran, atau bahkan asuransi kredit. - Perjanjian
Hukum yang Jelas
Baik dengan supplier, karyawan, maupun klien, semua harus tertulis dengan legalitas yang sah. - Pelatihan
Tim
Karyawan yang paham SOP dan risiko operasional bisa mencegah kesalahan fatal. - Backup
Sistem Teknologi
Jika sistem POS Anda down, apakah ada backup manual? Siapkan plan B untuk setiap kemungkinan.
🧩 Pentingnya Mindset
Antisipatif
Banyak pemula terjebak pada mindset “fokus jualan dulu,
risiko nanti”. Padahal, semakin awal risiko dikenali dan dipetakan, semakin
kuat pondasi bisnis Anda. Terlebih di tahun 2025, perubahan bisa terjadi begitu
cepat.
Alih-alih takut menghadapi risiko, jadikan itu sebagai
bagian dari strategi. Setiap bisnis besar pun pernah berada di fase risiko
tinggi—yang membedakan hanyalah siapa yang siap, siapa yang hanya berharap.
🔗 Simpulan
Resiko bisnis bukanlah hal yang harus ditakuti,
tetapi dipahami dan dikelola. Dari mengenali jenis-jenisnya, menghitung tingkat
risiko, hingga menyusun strategi mitigasi—semua bisa dilakukan bahkan oleh
pelaku usaha pemula.
Jika kamu ingin membangun bisnis yang tahan banting di era
digital, mulai dari sini: kenali risiko, ukur dampaknya, dan siapkan
perlindungan sejak awal. Karena bisnis bukan hanya tentang peluang, tapi juga
tentang bertahan dalam ketidakpastian.
🔗 Pelajari lebih lanjut
tentang cara mengelola resiko
bisnis dan temukan panduan praktis lainnya hanya di Bisnisoo.com.