Beragam bentuk bisnis muncul dari kebutuhan pasar yang berbeda. Maka, memilih bisnis bukan sekadar ikut tren, tapi memahami struktur, potensi, dan kesesuaiannya dengan kemampuan serta lingkungan Anda.
Bisnis Berdasarkan Aktivitas Ekonomi
Secara umum, jenis bisnis bisa diklasifikasikan berdasarkan
bentuk kegiatan ekonominya. Berikut beberapa kategori utama:
1. Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah usaha yang menghasilkan layanan, bukan
produk fisik. Contoh bisnis ini mencakup barbershop, laundry, jasa desain
grafis, hingga konsultan keuangan.
✅ Contoh pengalaman:
Seorang mantan pegawai swasta di Surabaya memulai jasa pembuatan CV profesional
via media sosial. Dengan modal laptop dan jaringan, ia meraup Rp 8 juta per
bulan di bulan keempat.
2. Bisnis Perdagangan
Ini adalah jenis bisnis paling umum, di mana pelaku usaha
membeli dan menjual barang. Bisa berupa toko kelontong, reseller online, hingga
warung makan.
Bisnis ini cocok untuk pemula karena struktur operasionalnya
tidak terlalu kompleks. Namun, tantangannya terletak pada manajemen stok dan
promosi.
3. Bisnis Manufaktur
Jenis ini melibatkan produksi barang dari bahan baku menjadi
produk jadi. Cocok untuk skala industri atau UMKM yang punya keahlian khusus.
Misalnya usaha keripik tempe di Malang yang memproduksi
hingga 1.000 bungkus per hari dan sudah menembus pasar e-commerce nasional.
Berdasarkan Skala dan Modal
Selain berdasarkan aktivitas, macam2 bisnis juga bisa
dilihat dari skalanya. Ini penting untuk menyesuaikan dengan modal dan sumber
daya Anda.
4. Bisnis Rumahan (Home-Based Business)
Ini adalah pilihan favorit pemula karena minim modal dan
fleksibel. Contohnya seperti bisnis kue kering, kerajinan tangan, hingga
dropshipper.
🧑🍳 Pengalaman
langsung: “Saya mulai jualan donat dari rumah selama pandemi. Awalnya cuma
2 loyang sehari, sekarang bisa 10 loyang dan dikirim lewat ojek online,” ujar
Ani, ibu rumah tangga asal Yogyakarta.
5. Bisnis Menengah
Contoh bisnis ini misalnya percetakan, toko elektronik, atau
bengkel motor. Butuh manajemen yang lebih serius, termasuk pembukuan,
pemasaran, dan SDM.
6. Bisnis Skala Besar
Contoh: pabrik, perusahaan logistik, atau franchise besar seperti KFC dan Indomaret. Skala ini butuh modal besar dan regulasi ketat.
Berdasarkan Bentuk Badan Usaha
Mengetahui bentuk legal dari bisnis juga penting, karena
berdampak pada tanggung jawab hukum dan pajak. Berikut beberapa bentuk umum:
7. Usaha Perorangan
Dikelola sendiri oleh individu tanpa badan hukum. Umumnya
dipilih oleh pemula karena simpel dan tanpa persyaratan administratif kompleks.
8. CV (Commanditaire Vennootschap)
Cocok untuk kerja sama dua pihak atau lebih. Sering dipilih
oleh pelaku UMKM yang mulai berkembang dan ingin lebih profesional secara
hukum.
9. PT (Perseroan Terbatas)
Bentuk bisnis berbadan hukum resmi, biasanya digunakan untuk
usaha skala besar. PT memberikan perlindungan hukum lebih kuat bagi pemiliknya.
Berdasarkan Model Bisnis Modern
Seiring perkembangan teknologi, muncul model bisnis baru
yang tak kalah menarik.
10. Bisnis Digital
Termasuk marketplace, content creator, influencer marketing,
hingga SaaS (Software as a Service). Modal lebih pada skill dan kreativitas.
👨💻 Pengalaman
pengguna: “Saya membuat kursus online untuk pelatihan Excel via Instagram.
Dalam 6 bulan, sudah punya 3.000 siswa,” kata Reza, pemuda asal Bandung.
11. Bisnis Afiliasi
Kita memasarkan produk orang lain dan mendapatkan komisi
dari setiap transaksi. Ini cocok bagi yang ingin bisnis tanpa stok barang.
12. Waralaba
Bergabung dengan merek ternama dan mengikuti sistem yang sudah teruji. Contohnya Kebab Baba Rafi, Sabana, dan Es Teh Indonesia.
Tips Memilih Jenis Bisnis yang Cocok
Memilih dari macam2 bisnis bukan hanya soal minat,
tapi juga realita. Berikut beberapa panduan:
- 🔍
Kenali minat dan keahlian pribadi. Bisnis akan lebih mudah
dijalankan jika sesuai passion.
- 💼
Evaluasi modal dan risiko. Jangan memulai bisnis modal besar tanpa
pemahaman matang.
- 📍
Lihat peluang di sekitar. Kebutuhan lokal bisa jadi lahan bisnis
yang potensial.
- 📊
Riset kompetitor dan pasar. Jangan cuma ikut tren, pahami
permintaan dan keunikan Anda.
Peran Pengalaman dalam Menentukan Arah Bisnis
Google dalam sistem ranking-nya menekankan pentingnya pengalaman
langsung sebagai bagian dari E-E-A-T (Experience, Expertise,
Authoritativeness, Trustworthiness). Maka, artikel ini bukan hanya teori,
tetapi mengangkat langsung pengalaman pelaku usaha di lapangan.
Baik itu ibu rumah tangga, anak muda, hingga pensiunan,
banyak yang telah membuktikan bahwa pemilihan model bisnis yang tepat bisa
menjadi jalan perubahan hidup.